Selamat Datang di Kawasan Penyair Nusantara : ACEHBANGKA BELITUNG BALIBANTENJAKARTAJAMBIJABAR JATENG JATIMKALSEL - KALBAR KALTENG - KALTIMKEP.RIAU - LAMPUNG - MADURAMALUKUNTB – NTTPAPUASULBARSULSELSULTENGSULTENGGARASULUTSUMBAR SUMSEL = SUMUTYOGYAMALAYSIASINGAPURABRUNEI THAILANDTAIWAN : Terima Kasih Kunjungan Anda

Senin, 27 Agustus 2012

Yang Kudapati Saat Menginap Di Tiga Kamar Arsyad Indradi




Oleh Usup Supriyadi

Beberapa sajak Arsyad Indradi yang saya akrabi selalu berembel-embelkan (pada bagian judul) kata "Kamar." Saya sendiri tidak begitu tahu asal-muasal mengapa senantiasa menggunakan kata tersebut, dan hampir selalu mirip, misalnya, "Dalam Kamar 010", atau "Dalam Kamar 111."Selengkapnya klik di sini ...

Rangkaian Kehidupan Puisi Arsyad Indradi ( Bagian 1 )



Oleh : Tarman Effendi Tarsyad

Arsyad Indradi lahir di Barabai, 31 Desember 1949. Arsyad Indradi termasuk penyair generasi 1970-an. Menulis puisi baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Banjar. Kumpulan puisi tunggalnya dalam bahasa Indonesia yang sudah terbit, antara lain, Nyanyian Seribu Burung ( 2006a ), Romansa Setangkai Bunga ( 2006b ), Narasi Musafir Gila ( 2006c ),Anggur Duka (2009). Kumpulan puisi tunggalnya dalam bahasa Banjar dan terjemahan dalam bahasa Indonesia yang sudah terbit, antara lain Kalalatu ( 2006 ) dan Burinik (2009). Selengkapnya klik di sini...

Rangkaian Kehidupan Puisi Arsyad Indradi ( Bagian 2/Habis )


Oleh : Tarman Effendi Tarsyad

JAUHKAN FATAMORGANA DI MATAKU

Mengapa aku selalu berpaling dari tatapan
Karena aku tak ingin lagi terperangkap
Sebab aku telah membaca semesta
Aku tak pernah lagi percaya pada nasib
Maka meski terus berjalan
Larat yang paling penghabisan
Adalah efitap rampungan segala jejak
Mengembalikan nafas

Dan tak lagi mengenang
musafir mengarung dunia ini
kecuali membungkus tulangbelulang
dengan asmamu.

Bbaru, 2007 Selengkapnya klik di sini ...

Selasa, 17 Juli 2012

KRITERIA PENERIMAAN KARYA PUISI PPN-VI JAMBI 2012

Kepada
Yth. Bapak/Ibu/Tuan/Puan/Saudara:
Di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand,
Philipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Myanmar.

Dengan Hormat,
Kami beritahukan bahwa Pertemuan Penyair Nusantara-VI (PPN) Jambi akan dilaksanakan di Jambi, Sumatra, pada 29-31 Desember 2012. PPN-VI Jambi bertema “Perpuisian Nusantara dalam Perspektif Historis, Filosofis, dan Eksistensial".
Sehubungan dengan itu, kami mengundang Bapak/Ibu/Tuan/Puan/Saudara untuk mengirimkan karya puisi dengan ketentuan sebagai berikut:

• Tema “Nusantara dalam Perspektif Historis, Filosofis, dan Eksistensial".
• Lima (5) puisi karya asli yang ditulis dalam tahun 2011-2012
• Kurator akan memilih 300 puisi terbaik dari seluruh puisi yang diterima oleh panitia.
• Naskah Puisi dikirim melalui email dengan format Rich Text Format
• Dikirim ke email : ppn6puisi@gmail.com
• Puisi yang dikirim belum pernah dibukukan
• Biodata singkat, maksimal 200 karakter
• Awal penerimaan karya puisi: 18 Juli 2012
• Batas Akhir penerimaan karya puisi: 5 September 2012. Pukul 00.00.
Bagi Penyair yang karyanya lolos seleksi Dewan Kurator PPN-VI, akan mendapat undangan resmi dari panitia PPN-VI beserta surat rekomendasi (bagi yang memerlukan).

Fasilitas: Panitia akan menyediakan honor pemuatan karya, penginapan (akomodasi), makan-minum (kosumsi) dan transport lokal selama kegiatan berlangsung. Mengingat keterbatasan dana, maka kami mohon maaf tidak bisa menyediakan biaya transportasi peserta undangan dari tempat asal ke tempat tujuan (pp).
Atas perhatian, kerja sama dan partisipasi Bapak/Ibu/Tuan/Puan/Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Jambi, 17 Juli 2012
Salam Takzim,

Kurator Puisi:
Acep Zamzam Noor
Dimas Arika Mihardja
Gus tf

Panitia Pertemuan Penyair Nusantara-VI Jambi
Jumardi Putra (Sekretaris)

NB: Kurator tidak melayani surat menyurat menyangkut seleksi karya puisi PPN-VI Jambi 2012.
Info ini diperkenankan untuk disebarluas.

Minggu, 01 Juli 2012

BANJARBARU KIBLAT SASTRA KALSEL ?



Oleh : Arsyad Indradi.

Sejak tahun 1996 sampai tahun 2012 ini kesastraan Banjarbaru, terutama puisi mulai bertumbuhan dan berkembang pesat di tanah huma Banjarbaru. Sebelum itu hasil karya puisi sastrawan Banjarbaru yang semula banyak termuat di berbagai buku puisi karya bersama di Kalsel ( Tamu Malam, Jendela Tanah Air dll.) dan luar Kalsel ( Getar, Getar II, Bangkit terbitan Bulsas Kreatif Kota Batu dll.) serta media cetak seperti harian lokal maupun nasional juga majalah sastra Horison, sastrawan Banjarbaru mulai menghimpun sendiri karya puisi baik perorangan mau pun karya bersama menjadi sebuah antologi puisi. Klik disini untuk lengkapnya...

Sabtu, 30 Juni 2012

APRESIASI IPI




Oleh Salju Pink
di BENGKEL PUISI SWADAYA MANDIRI

Puisi merupakan ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya dalam satu bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Secara garis besar, struktur sebuah puisi terdiri atas struktur lahiriah dan struktur bathiniah. Struktur lahiriah terdiri atas tipografi, diksi, imaji, kata kongkret, kata/bahasa figuratif (majas), versifikasi, adapun struktur bathinnya yaitu tema, rasa, nada, dan amanat. Pada kesempatan ini Pink tidak akan mengurai lebih dalam tentang struktur lahiriah puisi, tetapi lebih kepada struktur bathiniahnya. Selengkapnya klik disini

INDONESIAN POETRY IDOL "MANUSIA DAN PENDERITAAN"




Oleh Windu Mandela
di BENGKEL PUISI SWADAYA MANDIRI

Pertama-tama saya standing aplaus buat seorang Dimas Arika Mihardja yang tak henti-hentinya merangsang anak asuhnya di bengkel yang hangat ini untuk senantiasa bergairah dalam hal kepenulisan, sastra khususnya. Indonesian Poetry Idol, menjadi salah satu terobosan lagi dalam menggerakkan kreatifitas warga bengkel, semisal bendungan yang tak henti-hentinya memutarkan turbin untuk menghasilkan listrik dan menyalakan lampu-lampu kreatifitas di kamar-kamar bengkel. Selengkapnya klik disini ...

APRESIASI IPI JUNI 2012




Oleh Muhammad Rois Rinaldi
di BENGKEL PUISI SWADAYA MANDIRI

INDONESIAN POETRY IDOL (IPI) bagi saya bukan hal negative lantaran keganjenan atau sok ikut-ikutan dengan salah satu acara di stasiun televisi. IPI patut patut diacungi jempol dan diberikan apresiasi yang baik lantaran dengan adanya IPI ada sebuah rangsangan lain selain postingan puisi sebagaimana biasanya. Ada motivasi untuk mengasah kekaryaan karena menulis pusi dengan tema yang telah ditentukan bukanlah hal yang mudah namun inilah dunia puisi tidak segalanya bisa ditulis berdasarkan kehendak sendiri ada saat di mana penyair akan dihadapkan pada sebuah peraturan atau tuntutan tema sebagaimana yang digelar dalam IPI. Pun dalam dunia nyata hal serupa kerap ditemui dan inilah modal bagi para penyair untuk terus mengasah diri, berkompetisi dalam kekaryaan dengan cara yang sportif dan tentu berlandaskan saling ASIH-ASAH-ASUH Selengkapnya klik disini ...

Senin, 04 Juni 2012

PEMBERONTAKAN IDEALIS RUH “SANG PENYAIR GILA”



Oleh : Awan Hadi Wismoko

Anak seorang polisi ini sangat diharapkan orang tuanya, meneruskan tradisi keluarga untuk menjadi seorang polisi. Dialah Arsyad Indradi sang penyair gila. Perjalanannya di bidang seni dan sastra sebenarnya dimulai sejak SMP, beberapa puisi tentang budaya banjar, alam kalimantan, religi, juga tentang kritik sosial telah diciptanya. Kesungguhannya untuk mencari jati diri dilakukannya saat beliau berani meninggalkan Asrama Pendidikan Kepolisian di hari pertamanya. Beruntung pelariannya tidak berujung di dunia yang penuh dengan kesesatan dan tipu daya tapi terseret masuk dalam dunia seni yang mungkin sudah ada dalam niatan kalbunya. Selengkapnya klik disini ...

Senin, 28 Mei 2012

Tentang Antologi Puisi : 142 Penyair Menuju Bulan


Oleh : Arsyad Indradi

( 1 ) Proses dan Penerbitan
Bermula dari mencoba untuk menerbitkan sebuah kumpulan puisi yang di dalamnya  terhimpun beberapa penyair di Nusantara. Keinginan ini disampaikan melalui seluler berupa kontak langsung dan SMS secara berantai. Setiap penyair mengirimkan sebanyak 3 – 5 puisi, biodata singkat dan foto, dikirim melalui post ke alamat saya Jalan Pramuka no.16 RT 03 Kelurahan Mentaos Banjarbaru Kalimantan Selatan.Klik selengkapnya disini...

"Yang Kudapati Saat Menginap Di Tiga Kamar Arsyad Indradi

Beberapa sajak Arsyad Indradi yang saya akrabi selalu berembel-embelkan (pada bagian judul) kata "Kamar." Saya sendiri tidak begitu tahu asal-muasal mengapa senantiasa menggunakan kata tersebut, dan hampir selalu mirip, misalnya, "Dalam Kamar 010", atau "Dalam Kamar 111." Ini menurut saya sebuah bentuk keaslian ekspresi dari seorang Arsyad Indradi, saya baru lihat-sejauh yang saya tahu-sajak-sajak seperti itu dalam hal judul. Dan apa yang dilakukannya adalah bagus dan sangat khas.Klik selengkapnya disini...

Jumat, 16 Maret 2012

Penyair “ Gila “ dan Blogger Tertua

Kompas, Jumat, 17 Februari 2012

Arsyad Indradi
Penyair “ Gila “ dan Blogger Tertua

Pada usianya yang ke-63 tahun, Arsyad Indradi terus berkarya. Lebih dari 1.000 judul puisi telah ia hasilkan. Sejumlah rekan menjulukinya sebagai penyair “gila”. Baru-baru ini komunitas blogger di Tanah Air juga telah menobatkan dirinya sebagai blogger tertua di Indonesia.

Oleh : Defri Werdiono

Abah Arsyad, begitulah ia biasa dipanggil. Di kalangan sastrawan Kalimantan Selatan, sosok pensiunan pegawai negeri yang beken dengan rambut panjang ini sudah tidak asing lagi. Ia sudah malang melintangdi dunia sastra sejak puluhan tahun silam. Selanjutnya klik disini...

Rumahku, Ruang Inspirasiku

Media Kalimantan,Minggu,5Februari 2012


Kata sebagian orang, rumahku adalah surgaku. Ada pula yang mengatakan , rumahku istanaku. Namun, lain lagi dengan rumah versi Si “ Penyair Gila “, Arsyad Indradi ini. Pria elahiran 31 Desember 1949 ini mendefinisikan, rumah sebagai ruang inspirasinya untuk melahirkan berbagai macam puisi dan tulisan lainnya.
“ Rumahku, ruang inspirasiku” begitu Arsyad berkata ketika dikunjungi Tim Rumah Kita di kediamannya, Jalan Pramuka no.16 RT 03 RW 09 Banjarbaru.Selengkapnya klik disini...

Jumat, 10 Februari 2012

PERNYATAAN : LMCR-2012 BELUM DIBUKA

Dari Naning Pranoto

Pernyataan PERNYATAAN Pernyataan: LMCR-2012 BELUM DIBUKA yang ada di FB LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA adalah penipuan dengan uang pendaftaran melalui BNI atas nama FITRI JAYANTI

Melalui Situs Penyair Nusantara ini saya NANING PRANOTO menyatakan bahwa LMCR-2012 ROHTO GOLDEN AWARD belum dibuka. ADALAH PENIPUAN DAN MENODAI SASTRA INDONESIA PIHAK YANG MENGGUNAKAN FB: http://www.facebook.com/pages/Lomba-Menulis-Cerpen-Remaja-2012/176933835739391 menyalahgunakan nama NANING PRANOTO dan PT ROHTO LABORATORIES INDONESIA. Harap TIDAK DITANGGAPI JIKA ANDA TIDAK MAU TERTIPU UANG PENDAFTARAN DAN PENODAAN SASTRA INDONESIA. Terima kasih dan salam hormat. Jaya Sastra Indonesia

'INTROSPEKSI' BUAT ENGKAU, PENYAIR...... : Puisi Anda Berjenis Kelamin Apa?


Oleh : Puja Sutrisna

Sengaja saya ajukan pertanyaan yang tak rasional di hadapan kawan-kawan untuk mendapatkan sebuah jawaban yang rasional. Lho? Benar, ada persoalan yang sebenarnya -- menurut saya -- sangat tidak rasional, tetapi begitu 'rasional' ditemukan di BPSM. Tema yang akan saya usung pada 'diskusi' saat ini adalah tentang "produktiitas puisi: antara kualitas permenungan dan dongeng pengantar tidur.......". Selengkapnya klik disini...

Senin, 09 Januari 2012

Sastra Indonesia Mutakhir : Jejak Historis dan Kecenderungan Estetiknya

Oleh : Jamal T. Suryanata

/ 1 /
Memperbincangkan ihwal sastra Indonesia mutakhir, sebagai suatu tema besar, tentu saja bukan sebuah persoalan yang tanpa risiko. Di samping karena begitu luasnya cakupan pengertian “sastra Indonesia” itu sendiri, juga dilantarankan oleh ketakrifan istilah “mutakhir” yang digunakan dalam judul tulisan ini memang cenderung bermakna bias (baca: bersifat deiktis). Oleh karena itu, sekadar upaya penyederhanaan konseptual, istilah “sastra Indonesia” dalam konteks ini hanya akan merujuk pada karya-karya sastra yang ditulis dalam bahasa Indonesia; sedangkan istilah “mutakhir” lebih dimaksudkan untuk menunjuk perkembangan sastra Indonesia sepanjang lebih-kurang sepuluh tahun terakhir, sejak memasuki tahun 2000 hingga sekarang (dekade pertama abad ke-21).[1] Selanjutnya klik disini